Senin, 24 Agustus 2020

Statistika Kelas XII SMK

 Penyajian Data

  1. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram

            Agar mudah dibaca dan dipahami, suatu data dapat disajikan dalam bentuk diagram, diantaranya diagram batang, diagram lingkaran, diagram garis dan diagram batang daun.

a. Diagram Batang

            Diagram batang adalah penyajian data dengan menggunakan batang (balok) yang digambar tegak atau mendatar yang dilengkapi dengan skala sehingga mudah untuk dibaca.

Contoh:

Berikut ini data hasil panen jagung pada tahun 2013 sampai 2018 di Desa A.

        Sajikan data di atas dalam bentuk diagram batang.

        Penyelesaian:

Berdasarkan data di atas akan dibuat diagram batang dengan sumbu mendatar menunjukkan tahun dan sumbu tegak menunjukkan hasil panen (ton).

         b. Diagram Garis

            Diagram garis adalah penyajian data statistik menggunakan garis. Biasanya diagram garis digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berkesinambungan dan melihat gambaran mengenai perubahan peristiwa dalam suatu periode tertentu.

Contoh:

 Berikut ini data hasil panen jagung pada tahun 2013 sampai 2018 di Desa A.

Sajikan dalam bentuk diagram garis

Penyelesaian:

 

         c. Diagram Lingkaran

             Diagram lingkaran adalah diagram yang menyajikan data dalam bentuk sebuah lingkaran yang dibagi menjadi beberapa juring lingkaran (sektor). Setiap juring lingkaran mewakili objek yang dibicarakan.

Rumus menentukan juring lingkaran (sektor) setiap objek:

Diagram lingkaran dapat digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk derajat (o) atau persen (%) sehingga diagram lingkaran dapat digunakan untuk membandingkan persentase populasi atau sampel.

Beberapa tips untuk membuat diagram lingkaran!

Contoh:

Berikut daftar olahraga yang digemari siswa/siswi SMK A

Sajikan dalam diagram lingkaran.

Penyelesaian:

Berikut diagram lingkaran dari data di atas.









d. Diagram Batang Daun

        Diagram batang daun adalah penyajian data dengan cara memisahkan setiap data dalam dua kelompok yaitu batang dan daun. 

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat diagram batang daun:

1. Data harus diurutkan dari data terkecil hingga terbesar.

2. Bagian batang memuat angka puluhan

3. Bagian daun memuat angka satuan.

Contoh:

Buatlah diagram batang daun dari data berikut.




 







 

2. Penyajian Data dalam Bentuk Tabel Distribusi

Secara umum tebel distribusi frekuensi dibagi menjadi 2, yaitu:

a. Tabel distribusi data tunggal

Contoh:

Diketahui nilai ulangan Matematika Kelas XII SMK Dharma Bahari sebagai berikut. Sajikan data berikut dalam tabel distribusi frekuensi

 

 

 

 

sehingga diperoleh tabel distribusi frekuensi data tunggal sebagai berikut.

 

b. Tabel distribusi data kelompok

 Langkah-langkah membuat tabel distribsui frekuensi data kelompok:

 Contoh:

Buatlah tabel distribusi data kelompok dari data berikut.




 

 

Diketahui:

X max = 90

X min =50

n = 40

 

 

 

 

 

 

 

 

  

        4. Menentukan batas bawah kelas interval:

hint: Karena p = 6, maka datum terkecil hitung sampai 6 loncatan, sehingga diperoleh kelas interval sebagai berikut. 

 

        5. Membuat tabel distribusi frekuensi

hint: hitung ada berapa nilai yang berada pada tiap interval 

Contoh: untuk kelas interval 50 - 55 muncul nilai 50, 52, 54, 55 sehingga frekuensi pada interval 50 - 55 adalah 4.

Berikut ini hasil dari tabel distrusi frekuensi data kelompok.


Tabel distribusi frekuensi data kelompok dapat disajikan dalam bentuk:

a. Histogram

    Sekilas tampak sama antara diagram batang dan histogram, namun kedua benar-benar berbeda. Perbedaan antara histogram dan diagram batang, diantaranya:

    • Batang histogram saling berhimpit
    • Lebar batang histogram menunjukkan interval kelas
    • Tinggi batang histogram menunjukkan frekuensi pada kelas.
    • Batas-batas tepi batang adalah tepi atas dan tepi bawah kelas
    • Setiap interval kelas diwakili nilai titik tengah setiap interval.
    • Jika titik-titik tengah dari ujung atas batang histogram dihubungkan oleh sebuah garis akan diperoleh polygon frekuensi.
Contoh:
Diketahui data penghasilan kepala keluarga sebuah RT di Kota Surabaya sebagai berikut.


Buatlah histogram dan polygon frekuensi data data di atas!

 Penyelesaian:

Hint: membuat histogram hanya membutuhkan nilai tengah dan frekuensi setiap kelas interval.


Untuk nilai tengah setiap interval dapat dilihat pada tabel berikut.

 

HISTOGRAM yang diperoleh

 POLYGON FREKUENSI yang diperoleh 

b. Ogive 

Ogive terdiri dari dua macam, yaitu: ogive positif dan ogive negatif. Perbedaan kedua ogive tersebut terletak pada frekuensi kumulatif yang digunakan. Untuk ogive positif menggunakan frekuensi kumulatif kurang dari sedangkan untuk ogive negatif menggunakan frekuensi kumulatif lebih dari.

Langkah-langkah membuat ogive:

    • Buatlah tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dan tabel distribusi kumulatif lebih dari.
    • Letakkan nilai-nilai tepi kelas interval pada sumbu X (sumbu mendatar) dan nilai-nilai frekuensi kumulatif pada sumbu Y(sumbu tegak)
    • Hubungkan titik-titik yang diperoleh dengan kurva mulus.
Contoh:
Diberikan tabel distribusi data kelompok sebagai berikut. Buatlah ogive dari data berikut.

Penyelesaian.
  • Ogive Positif
        
 

  •  Ogive Negatif


Latihan soal

1. Sebutkan macam-macam diagram dalam statistika?

2. Sebutkan macam-macam tabel distribusi frekuensi?

3. Tabel distribusi frekuensi data berkelompok dapat disajikan dalam berbagai bentuk. Sebutkan apa saja?

4. Apa yang membedakan diagram batang dan histogram?

5. Apa perbedaan ogive positif dan ogive negatif?

6. Berikut ini tabel data mata pencaharian orang tua siswa kelas XII-A SMK Surabaya sebagai berikut.

Buatlah diagram lingkaran dari data di atas!

 


 

 

 

 

 



 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar